Jika berbicara tentang rumah
gadang, dalam benak akan terbayang sebuah rumah berjonjong dengan beberapa
rangkiang di sekitarnya. Lalu apa yang di maksud dengan rangkiang tersebut?.
apa kegunaannya?, dan apa fungsi dari rangkiang tersebut?.
Rumah gadang adalah rumah kaum.
Kaum tersebut, selain memiliki rumah gadang, mereka juga memiliki harta milik
kaum. Harta tersebut adalah harta pusaka, harta yang turun temurun dari nenek
moyang. Keutuhan rumah dan harta tersebut selalu di jaga oleh kaum tersebut. Salah
satu harta benda kaum tersebut adalah hasil sawah pusaka. Maka dari itu mereka
membutuhkan tempat untuk menyimpan hasil sawa tersebut. tempat itu adalah “lumbuang” (lumbung). Lumbung tersebut di
namakan dengan rangkiang.
Kata rangkiang di ambil dari kata
“ruang hiang dewi sri”. Lalu terjadi perubahan bunyi pada “ruang” menjadi
“rang”. Kata “hiang” juga terjadi perubahan bunyi menjadi “kiang”. Lalu kedua
kata tersebut di satukan menjadi “rangkiang”. Sedangkan dewi sri adalah dewi
padi. Jadi rangkiang mengandung makna “ruang tempat menyimpan padi”, yang di
sebut dengan lumbung.
Jika di lihat, bangunan rangkiang
secara umumnya memiliki arsitektur yang sama dengan rumah gadang. Rangkiang
didirikan di atas empat tiang. Atap bergonjong menyerupai rumah gadang. Pintunya terletak pada bagian atas
dari salah satu dinding yang di sebut “singok”, yaitu bagian segita loteng.
Untuk dapat membuka pintu dari rangkiang tersebut, dahulunya masyarakat membuat
tangga dari bambu.
Rangkiang di gunakan untuk
menyimpan padi. Apabila musim menuai datang, padi tersebut di bawa dan di
masukkan ke dalam rangkiang. Untuk menyimpan padi tersebut, tidak hanya cukup
satu rangkiang saja, tetapi beberapa rangkiang. Maka dari itu, pada sebuah
rumah gadang terdapat beberapa rangkiang di sekelilingya.
Rangkiang tersebut berada di
bawah pengawasan mamak. Sedangkan kunci dan penggunaannya di bawah naungan
“bundo kanduang”. Kedua orang ini berkewajiban mengatur dan mengelola
penggunaan padi pada rangkiang tersebut. mereka tidak bisa menggunakannya
sekehendak saja, namun di atur dan berpedoman kepada peraturan yang berlaku.
FUNGSI RANGKIANG
Secara garis besar, rangkiang
mempunyai dua fungsi yaitu ekonomi dan sosial. Ekonomi, tergambar pada
pemanfaatan isinya utnuk keperluan ekonomi anggota kaum pemiliknya. Sosial,
tergambar dalam kedudukan rangkiang tersebut. salah satu diantaranya adalah
untuk menolong orang kampung atau masyarakat yang membutuhkannya. Dari kedua
fungsi tersebut tergambar kehidupan masyarakat minangkabau memperhatikan masalah
ekonomi dan tidak mengabaikan masalah sosial.
JENIS – JENIS RANGKIANG
Dalam ungkapan adat
minangkabausudah dijelaskan nama-nama rangkiang beserta fungsinya
masing-masing. Ungkapan tersebut adalah:
Rangkiang tagak sajaja
Di tangah sitinjua lauik
Panjapuik si dagang lalu
Paninjau pincalang masuak
Di kanan si bayau-bayau
Lumbuang makan patang pagi
Di kiri sitenggang lapa
Tampek si miskin salang tenggang
Panolong urang kampuang
Di musim lapa gantuang tungku
Lumbuang kaciak salo-manyalo
Tampek manyimpan padi abuan
Nah, dari ungkapan tersebut di katakan bahwa, rangkiang yang ada di
sekitar rumah gadang tersebut ada empat jenis. Ungkapan tersebut juga sudah
menjelaskan, fungsi dari masing-masing rangkiang tersebut. berikut uraian jenis-jenis dan fungsi dari masing-masing
rangkaing tersebut:
A Sitinjau lauik
Rangkiang ini di beri nama “si
tinjau lauik”. Bentuknya lebih langsing dari rangkiang lain. Ia berdiri di atas
empat tiang dan letaknya di tengah-tengah, di antara rangkiang yang lain.
Rangkiang ini di gunakan untuk tempat menyimpan padi yang di gunakan untuk
membeli barang atau keperluan rumah tangga warga rumah gadang.
B. si bayau-bayau
Rangkiang ini di beri nama “si
bayau-bayau”. Bentuknya gemuk, berdiri di atas enam tiang. Letaknya berada di
sebelah kanan. Isi dari rangkiang ini di gunakan untuk makan sehari-hari warga
rumah gadang. Semua kebutuhan pokok seperti makanan di letakkan dan di ambil
dari rangkiang ini.
C. Si tenggang lapa
Rangkiang berikutnya adalah “Si
tenggang lapa”. Bentuknya bersegi dan berdiri di atas empat tiang. Letaknya
berada di sebelah kiri. Isi dari rangkiang ini di gunakan untuk cadangan pada
masa paceklik. Pada umumnya isi dari rangkiang ini lebih banyak di gunakan
untuk sosial, seperti membantu masyarakat yang membutuhkan.
D. Rangkiang Kaciak
Rangkiang jenis terakhir
adalah rangkaing “Kaciak”. Bentuknya
lebih kecil dari rangkiang yang lain. Atapnya bergonjong menyerupai rumah
gadang. Sebagian juga ada yang berbentuk bundar. Kadang-kadang jumlah dari
rangkiang ini lebih dari satu pada setiap rumah gadang. Letaknya berada di antara
ketiga rangkiang di atas. Rangkiang ini di gunakan untuk menyimpan padi abuan.
Padi abuan adalah padi yang digunakan untuk benih dan biaya menggarap lahan
sawah pada musim berikutnya.
What do you think?