Pada dasarnya, rumah gadang didirikan untuk menampung kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Selain karena hal itu, pembangunan rumah gadang juga di pengaruhi oleh adat kebiasaan masyarakat. Jadi, semua itu berhubungan dengan ajaran adat, hukum dan falsafah minangkabau.
Rumah gadang
secara umum di gunakan sebagai tempat melakukan kegiatan dan sebagai tempat
pertemuan keluarga. Keberadaan rumah gadang tersebut menggambarkan kebersamaan
dalam keluarga. Kegiatan yang biasa dilakukan di rumah gadang tersebut seperti
musyawarah, rembug keluarga dlln. Fungsi
tersebut sebenarnya telah di jelaskan dalam adat minangkabau, yaitu:
Tampek maniru
manuladan
Paaja baso jo basi
Sarato budi dengan
malu
Kok tumbuah di lantai
tampek duduak
Banamo data lantai
papan
Licin balantai kulit
Kato mufakat nan
tujuan
Elok diambiak jo
mufakat
Buruak dibuang jo
rundiangan
Ungkapan tersebut menggambarkan fungsi rumah gadang sebagai
tempat untuk mendidik dan mengajarkan anak dan kemenakan. Di dalam ungkapan
tersebut juga di jelaskan bahwa rumah gadang juga sebagai tempat untuk
melakukan musyawarah.
Rumah gadang tidak hanya sebagai tempat tinggal saja, namun
memiliki fungsi lain seperti sebagai monumen, dan sebagai lembaga di
minangkabau.
RUMAH GADANG SEBAGAI MONUMEN
Monumen adalah tempat atau bangunan yang mengandung nilai
sejarah. Bangunan tersebut merupakan saksi tentang suatu peristiwa. Jadi, rumah
gadang sebagai monumen berartikan rumah gadang mengandung nilai sejarah bagi
masyarakat minangkabau.
Banyak hal yang tersimpan di rumah gadang, baik berupa benda
material maupun tidak. Yang berupa benda, misalnya harta kekayaan kaum,
peninggalan nenek moyang, dan pusak – pusaka lainnya. Sedangkan yang bukan
berupa benda adalah seperti adat, ajaran, falsafah, dan nilai – nilai budaya
lainnya.
Dalam sebuah ungkapan adat menyatakan “rumah gadang surambi aceh, sumarak dalam nagari, sangkutan pusako
tapatan undang”. Sumarak dalam
nagari berarti kegembiraan atau hiasan suatu nagari. ciri nagari di
minangkabau, salah satunya adalah rumah gadang. Jika dalam suatu nagari tidak
ada rumah gadang, nagari itu belum dinamakan nagari.
Nagari sebagai “sangkutan
pusako dan tapatan undang”. Didalam rumah gadang terdapat pusako (pusaka)
kaum. Selain itu di rumah gadang juga terdapat undang – undang. Jika tidak ada
rumah gadang maka tidak ada tempat untuk meletakan pusako ( pusaka ) dan undang
– undang tidak akan berdiri.
Sejarah suatu kaum khususnya dan nagari di minangkabau
umumnya, tersimpan di rumah gadang. Apalagi kalau di hubungkan dengan
latarbelakang arsitektur rumah gadang itu. Sejarah itu seperti pernyataan bahwa
orang minangkabau pernah menang adu kerbau, pernah memiliki sebuah “lancang”,
dan bahwa orang minangkabau memiliki keramahan dan kekeluargaa yang erat yang
menyerupai susunan sirih dalam cerana.
Dalam ungkapan adat menyatakan sebagai berikut:
Rumah gadang basandi
batu
Sandi banamo alua adat
Tunggang banamo
kasandaran
Kalau dicaliak ka
lantainyo
Licin balantai kulit
Data balantai papan
Tapatan undang,
sangkutan pusako
Tempek maniru
manuladan
Mamakai raso jo pareso
Manganduang malu
dengan sopan
Rasonyo di baok naik
Paresonyo di baok
turun
Makna yang terkandung dalam ungkapan tersebut, selain rumah
gadang mengandung nilai sejarah, juga mengandung nilai ajaran adat dan budi
luhur. Setiap ukiran yang terdapat di
dinding rumah gadang, mengandung hukum dan nilai falsafah minangkabau.
RUMAH GADANG SEBAGAI LEMBAGA
Kekerabatan matrilineal di minangkabau merupakan satu –
kesatuan sebuah keluarga yang besar. Salah satu pemersatu dan cirinya adalah
rumah gadang. Keluarga tersebut tinggal dalam sebuah rumah nan gadang. Di sanalah segala yang menyangkut dengan
kehidupan keluarga terjadi. Dalam hal ini rumah gadang tidak hanya sebagai
tempat tinggal saja, tetapi juga sebagai pusat administrasi pemerintahan
kerabat matrilineal.
Pada masa dahulunya, mamak sebagai kepala pemerintahan tidak
memiliki kantor dan pusat ketatausahaan seperti sekarang. Maka dari itu rumah
gadang dijadikan sebagai pusat administrasi keluarga matrilineal. dalam hal ini
fungsi rumah gadang sangat banyak dan berperan penting sebagai pusat
pemerintahan.
Rumah gadang
menggambarkan kelarasan yang di anut, dan martabat serta harga diri.
Jika suatu rumah gadang tampil dengan kemegahan dan di lengkapi dengan rangkiangnya,
petanda martabat da harga diri penghuninya
sangat tinggi.
Rumah gadang sebagai tempat berkumpul keluarga matrilineal.
pada hari – hari tertentu dan peristiwa tertentu, semua keluarga berkumpul di
rumah gadang. Disana mereka bertemu dan berkumpul serta berkomunikasi. Hal
tersebut adalah bentuk kerukunan dan
kebersamaan antar anggota rumah gadang tersebut. dengan demikian, rumah
gadang juga berfungsi sebagai lembaga pemersatu semua anggota keluarga.
Rumah gadang merupakan lembaga pendidikan bagi masyarakat
minangkabau. Di rumah gadang mamak mempersiapkan kemenakan laki – laki untuk
menjadi pemimpin. Ibu mempersiapkan anak perempuan untuk menjadi ibu rumah
tangga, berlangsung juga di rumah gadang. Proses mengajar dan mendidik tersebut
di lakukan secara alami di rumah gadang.
Rumah gadang sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pusat
kepemimpinan matrilineal. pengendalian harta pusaka terjadi di rumah gadang.
Penggunaannya di atur oleh mamak di rumah gadang. Penyerahan dan pergantian
gelar pusaka juga di lakukan di rumah gadang.

What do you think?